Matematika sering kali dianggap pelajaran momok. Tak cuma si anak yang kebingungan, orang tua pun sering dibuat kalang kabut. Segala daya dikerahkan para orang tua bagi anaknya. Mulai dari les sampai ikut bimbingan belajar. Tapi beberapa waktu terakhir ada lembaga yang khusus menyelenggarakan kursus matematika. Ada yang menggunakan Metode Kumon, sementara lainnya menggunakan alat bantu sempoa.
- Kembangkan potensi individu
Sebenarnya
nama Kumon adalah nama keluarga penemu metode belajar matematika, Toru
Kumon. Guru matematika SMU di Jepang itu pada tahun 1954 pertama kali
menyusun sendiri bahan pelajaran matematika untuk membimbing anaknya
belajar matematika. Setelah terbukti memberi hasil memuaskan pada
anaknya dan juga anak didik dan tetangga dekatnya, ia pun ingin
menerapkan cara belajar dan bahan pelajaran ini kepada sebanyak mungkin
anak. Tak heran dengan sifatnya yang universal, kini Metode Kumon telah
dapat diterapkan di 40 negara, termasuk Indonesia.





